Sesak Napas Bayi

Anak-anak lebih sensitif terhadap berbagai masalah kesehatan daripada orang dewasa. Salah satunya adalah kondisi sesak napas yang sering membuat orang tua khawatir. Namun, Anda tidak perlu panik karena ada beberapa tips sederhana untuk mengatasi kondisi sesak napas pada anak.
Penyebab sesak napas pada anak-anak

Sebelum mengetahui cara mengatasi sesak napas anak, Anda harus terlebih dahulu tahu apa yang menyebabkan kondisi ini pada anak Anda.

Secara umum, anak-anak memiliki bentuk dan suara pernapasan yang berbeda dari orang dewasa. Ini karena struktur organ pernapasan bayi masih belum sempurna.

Anak-anak memiliki saluran udara yang cenderung lebih kecil dan lebih sempit, sehingga pemblokiran lebih mudah. Selain itu, bagian dalam dada bayi masih lunak karena terbuat dari tulang rawan.

Hal-hal ini menyebabkan napas bayi terdengar lebih cepat, jeda lebih lama di antara setiap napas dan disertai dengan suara yang tidak wajar.

Dilansir dari Healthline, bayi baru lahir biasanya bernafas 30-60 kali per menit. Ketika Anda memasuki usia 6 bulan, angka itu berkurang menjadi 25-40 kali per menit. Sementara itu, orang dewasa bernapas 12-20 kali per menit.

Sesak Napas Bayi

Namun, jika anak menunjukkan tanda-tanda pernapasan tidak alami, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat, orang tua harus mengetahui kondisinya.

Berikut ini beberapa jenis gangguan pernapasan pada anak-anak dan penyebabnya:

  1. Takipnea transien

Jika ada keanehan atau sesak napas pada anak, umumnya disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut transient tachypnea.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya cairan residu di paru-paru. Ketika bayi masih di dalam rahim, paru-paru bayi penuh dengan cairan. Dalam kondisi normal, cairan akan sepenuhnya diserap melalui sistem limfatik dan pembuluh darah ketika bayi lahir.

Kondisi ini biasanya terjadi hanya untuk sementara waktu dan menghilang seiring pertumbuhan anak.

  1. Kelompok

Pantat adalah jenis infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada trakea dan laring anak. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sesak napas pada anak.

  1. Mengi (mengi)

Mengi atau mengi ditandai dengan suara mendesis saat bayi menarik napas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit lain, seperti pneumonia, asma atau alergi.

  1. Stridor

Mirip dengan mengi, stridor menyebabkan sesak napas pada anak diikuti oleh suara yang keras. Penyebab stridor yang paling umum adalah laryngomalasia, yang menyusut di saluran pernapasan.
Cara mengatasi sesak napas pada bayi baru lahir

Ketika anak Anda sesak napas, jangan panik dan cobalah tetap tenang agar Anda bisa mengatasi kondisi ini sebagai ruang gawat darurat. Beberapa tips yang bisa Anda lakukan, termasuk:

  1. Selalu letakkan tubuh anak

Cara pertama untuk mengatasi sesak napas pada anak-anak adalah memperhatikan posisi tubuhnya.

Usahakan untuk menghindari posisi tengkurap saat bayi tidur. Ini penting untuk mencegah risiko sindrom kematian anak mendadak.

Meskipun alasan pastinya tidak diketahui, diyakini bahwa posisi tengkurap memperburuk kondisi mengi pada anak-anak karena dapat menghambat saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan akumulasi karbon dioksida dan penurunan kadar oksigen.

  1. Ganti pakaian anak

Terkadang, sesak napas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh dan bayi merasa hangat.

Karena itu, cobalah ganti pakaian anak Anda dengan bahan yang lebih nyaman dan memperlancar sirkulasi udara.

  1. Lindungi anak dari alergen

Jika sesak napas berhubungan dengan kondisi alergi, segera hindari anak dari hal-hal yang dapat memicu alergi, seperti debu, asap atau makanan tertentu untuk mengatasi kondisi ini.

Selalu jaga kebersihan rumah Anda dari debu dan kotoran, terutama pada benda-benda berdebu seperti karpet, sofa, dan boneka. Akan lebih baik jika Anda memasang pembersih udara untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.

  1. Jangan memaksa anak untuk minum

Mungkin terlintas dalam pikiran untuk memberi seorang anak yang menderita sesak napas untuk diminum untuk mengatasi kondisi ini.

Namun, saat Anda mengalami masalah pernapasan, Anda berisiko menyebabkan cairan masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru. Kondisi ini dapat memperburuk sesak napas yang dialami anak, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.

Jika Anda tidak yakin tentang penyebab mengi anak Anda atau bagaimana cara mengatasinya, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga :

Kesehatan