Berbagai Penyebab Anak Kurus

Berat badan adalah indikator status gizi seseorang. Tidak heran begitu banyak orangtua yang sangat khawatir ketika mereka melihat bahwa anak-anak mereka terlalu kurus. Namun, tahukah Anda bahwa anak kurus tidak selalu menunjukkan bahwa mereka kekurangan gizi? Ya, sebenarnya, ada banyak hal yang bisa membuat anak terlihat kurus.

Berbagai Penyebab Anak Kurus

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak kurus, salah satunya adalah genetik. Jika Anda atau pasangan Anda memiliki tubuh kurus, ini mungkin juga terjadi pada anak Anda. Selain genetika, ada faktor lain yang dapat menyebabkan anak Anda memiliki tubuh kurus:

  • Kekurangan makanan (gizi buruk)
  • Aktivitas berlebihan yang tidak didukung oleh nutrisi yang memadai
  • Memiliki penyakit tertentu
  • Memiliki gangguan pencernaan
  • Pilihan makanan yang tidak pantas, misalnya, anak hanya ingin makan makanan tinggi gula, junk food, dan makanan kurang bergizi lainnya
  • Lingkungan kurang higienis, sehingga anak-anak rentan terhadap penyakit
  • menekankan

Apakah orangtua benar-benar harus khawatir ketika mereka memiliki anak langsing?
Anak-anak mampu mengendalikan diri
Setiap orang tua harus khawatir bahwa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka tidak sesuai dengan anak-anak lain seusia mereka. Namun, seperti disebutkan di atas, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan anak Anda menjadi kurus. Secara umum, jika anak baik-baik saja, nafsu makannya terjaga, ia masih bisa bermain aktif di sana-sini, Anda tidak perlu khawatir.

Cerita lain ketika penyebab anak kurus adalah karena kekurangan gizi atau kekurangan gizi. Jika sudah begini, Anda perlu khawatir. Malnutrisi menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral pada anak. Padahal, vitamin dan mineral sangat penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penurunan sistem kekebalan tubuh menyebabkan anak-anak langsing menjadi sakit karena kekurangan gizi.

Salah satu penyakit anak malnutrisi yang paling rentan adalah infeksi, seperti pilek, batuk, dan pilek. Selain itu, gangguan hormonal sering terjadi pada anak-anak yang kekurangan gizi, mereka lemah, lesu, dan kekurangan energi. Meskipun pengobatan tidak memadai, kekurangan gizi pada anak-anak dapat mempengaruhi kecerdasan, pertumbuhan, dan perkembangan selanjutnya.

Lalu bagaimana orang dapat membedakan antara anak kurus normal dan abnormal?

Anda harus bertanya pada diri sendiri bagaimana membedakan anak kurus yang normal atau karena keadaan tertentu. Untuk mengetahuinya, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter anak. Nantinya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan kondisi fisik Anda secara keseluruhan.

Hal pertama yang biasanya dilakukan seorang dokter adalah memeriksa komposisi tubuh seorang anak. Pemeriksaan komposisi tubuh meliputi pengukuran berat badan, ukuran tubuh, lingkar lengan atas, dll. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan kurva pertumbuhan anak WHO.

Selain itu, dokter juga menilai kebiasaan makan anak Anda dan kesehatan secara keseluruhan. Dokter juga akan menanyakan riwayat medis anak apakah anak Anda memiliki gangguan pencernaan tertentu atau kondisi lain yang mempengaruhi proses asupan nutrisi.

Jika perlu, dokter juga melakukan tes laboratorium untuk mengidentifikasi penyebab medis yang dapat terjadi pada anak-anak, terutama jika anak Anda memiliki kebiasaan makan yang baik tetapi tidak meningkat.

Cara orang tua membantu menaikkan berat badan anak

Misalkan anak Anda tidak memiliki masalah medis dasar. Cara termudah untuk menambah berat badan anak Anda adalah dengan menambah asupan kalori.

Ingat, bagaimanapun, bahwa penambahan asupan kalori juga harus dipertimbangkan dengan cermat. Pastikan Anda mengonsumsi kalori dari makanan yang mengandung lemak sehat. Hindari memberi makan “junk food” untuk menambah berat anak.

Selain lemak sehat, pastikan juga Anda memberikan makanan bergizi untuk anak-anak, yang mengacu pada diet seimbang seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Probiotik dan suplemen omega-3 juga dibutuhkan untuk meningkatkan berat badan bayi Anda.

Baca Juga :

Kesehatan